Jumat, 13 Juni 2014

Laa Tahzan ^_^


Tertawa :D

Tertawa yang wajar itu laksana balsem bagi kegalauan dan salep bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darba’ sempat berkata, “sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku. Dan Rasulullah saw sendiri sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya. Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatannya.”
Tertawa merupakan puncak kegembiraan, titk tertinggi keceriaan,  dan ujung rasa suka cita. Namun, yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana dikatakan dalam pepatah, “Janganlah engkauu banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati.” Yakni, tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan juga dalam pepatah yang berbunyi, “senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Dan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada penghuni surga adalah tertawa.

Pelangi ^_^

Lengkungan Warna Pelangi

Hujan..

Hujan di sore itu sangatlah deras, sederas arus cinta ini yang mengalir kepadamu.. Ketika hujan berhenti, terlihat lengkungan pelangi hadir menghiasi langit senja itu.. seperti dirimu !! yang selalu hadir menghiasi hari-hariku.. Dirimu selalu membuat hari-hariku terasa menyenangkan, meskipun terkadang kita tak pernah saling mengabari..

Saat kupandang pelangi itu,, warna merahnya seakan menggambarkan hati ini yang dipenuhi bara api cintamu.. warna jingganya seakan mengucapkan salam terhangat kepadaku.. warna kuningnya seakan menggambarkan keceriaan selama mengenalmu yang membuat hati ini selalu tersenyum.. warna hijaunya seakan menggambarkan kesejukan dan kesegaran alam yang tiada tara.. warna birunya seakan menentramkan hati dan pikiran ini.. warna nilanya seakan ingin menyapa diri ini dengan lembut.. warna ungunya seakan menggambarkan betapa inginnya diri ini merajut kebersamaan dengan dirimu..

Namun, ketika lengkungan pelangi mulai memudar di langit senja itu.. terbesit tanya dalam hati ini, akankah rasa ini akan pudar seperti pelangi itu? Ketika pelangi itu benar-benar menghilang dari lukisan langit senja,, muncullah pertanyaan yang benar-benar tidak kuinginkan dalam benakku,,yang membuatku tak kuasa untuk menahan air mata yang menetes membasahi pipi ini.. apakah rasa ini akan hilang meninggalkan hati ini seperti pelangi yang menghilang dari langit itu? akankah rasa ini akan lenyap dari sanubariku? Apakah aku akan mempunyai akhir cerita yang bahagia bersama dirimu atau sebaliknya?? :( takdir Tuhan kan menjawabnya..



mheiyRahmi
27 Maret 2014

Rindu ^_^

"RINDU DI SORE ITU"

Sore itu aku duduk sendirian dalam nuansa hujan rintik..
Ditemani udara yang begitu sejuk yang menyejukkan hati...
Hiruk pikuk suara kendaraan turut meramaikan suasana sore itu..
Kunikmati apa yang bisa kunikmati sambil menanti matahari terbenam..

Namun satu hal yang tidak mendamaikan hati ini, mengacaukan pikiran ini, dan menggalaukan pula perasaan ini..
"RINDU"  Yahh.. Itulah penyebabnya..! 
Rindu terhadap seseorang yang bisa menenangkan hati ini..
Yang bisa menghilangkan kegundahan hati ini..
Yang bisa menepis kesepian ini..
Yang bisa membuatku tersenyum hanya dengan melihat pesan singkat darinya..
Itulah rinduku..
 Kupandang langit mendung di sore itu..Sambil berharap awan-awan di langit itu bisa melukiskan wajahnya..
Dan kuharap sore itu dia juga sedang menatap langit di atasnya.,.
Sehingga ia bisa melihat kata "I MISS YOU"  Kata yang kutulis dengan tinta rindu ini di langit mendung sore itu...
   Hari mulai semakin gelap..
Angin di sore itu pun menghembus tubuhku..
Membuatku serasa ingin berada di sampingnya

*mheiy^_^Rahmi
7 Maret 2014