Jumat, 13 Juni 2014

Laa Tahzan ^_^


Tertawa :D

Tertawa yang wajar itu laksana balsem bagi kegalauan dan salep bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darba’ sempat berkata, “sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku. Dan Rasulullah saw sendiri sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya. Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatannya.”
Tertawa merupakan puncak kegembiraan, titk tertinggi keceriaan,  dan ujung rasa suka cita. Namun, yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana dikatakan dalam pepatah, “Janganlah engkauu banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati.” Yakni, tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan juga dalam pepatah yang berbunyi, “senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Dan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada penghuni surga adalah tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar